BRMP Sulsel Gelar Pelatihan Pascapanen dan Olahan Kentang Guna Perkuat Rantai Nilai
Kanreapia, 16- 17 September 2026. BRMP Sulawesi Selatan melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) kembali melaksanakan kegiatan pelatihan untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan petani kentang khususnya di Kec. Tombolopao dan Tinggi Moncong Kab. Gowa. Pelatihan kali ini bertema “ Pascapanen dan Olahan Kentang”.
Kegiatan dilaksanakan di Aula BPP Kanreapia dihadiri 132 orang peserta Kelompok Wanita Tani (KWT) anggota dari koperasi Bawakaraeng dan Koperasi Tonasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi komoditas kentang melalui peningkatan kapasitas petani dalam penanganan pascapanen dan pengolahan kentang menjadi berbagai produk turunan untuk meningkatkan daya saing dan nilai jualnya.
Kegiatan diawali dengan arahan dan sambutan Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan, yang menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani agar komoditas kentang tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Bapak Muh.Ilyas Nurhan, SP.
Hari Pertama, panitia menghadirkan tiga tenaga pengajar yang kompoten dan berpengalaman untuk memberikan informasi yang nantinya akan meningkatkan pengetahuan petani terkait potensi pengembangan komoditas kentang, pentingnya penanganan pascapanen yang baik dan strategi dalam meningkatkan mutu dan daya saing produk olahan kentang.
Tiga materi tersebut adalah ; 1) Kebijakan Pengembangan Hortikultura di Kab. Gowa dipaparkan oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa (Muh.Ilyas Nurhan, SP); 2) Good Handling Practices (GHP) kentang yang disampaikan oleh Dr. Ir. Andi Hasizah, M.Si. 3) Pengemasan dan Pelabelan Produk Kentang dipaparkan oleh Dr. Ir. Muhammad Asfar, M.Si. Dua pengajar berasal dari dosen Fakultas Teknologi Pertanian Unhas dan praktisi di bidang olahan kentang.
Hari kedua, panitia menghadrikan tenaga pengajar dari BRMP Pascapanen dengan materi “Teknologi Tepung Kentang dan Produk Turunannya”. Informasi ini dipaparkan dengan jelas dan terstruktur oleh oleh Febriyezi, SP. MSi sehingga peserta mendapatkan pengetahuan terkait berbagai produk makanan yang dapat diproduksi dengan bahan baku kentang segar.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan beberapa produk olahan kentang diantaranya tepung kentang, tepung kentang instan, keripik kentang, crispy potato finger, perkedel kentang dan brownis dari tepung kentang. Praktek dipandu langsung oleh Maritsya Dita, Irna Herdiana dan Asep Suryana dari tim BRMP Pascapanen Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai tahapan pengolahan umbi segar kentang menjadi produk olahan makanan dengan nilai jual dan daya saing yang lebih tinggi dan sangat berpeluang untuk dikembangkan oleh peserta mengingat tingginya ketersediaan bahan baku umbi kentang segar di Kecamatan Tombolopao dan Tinggimoncong.
Melalui pelatihan ini, diharapkan petani kentang di Kawasan ICARE khususnya di Kanreapia dan Tonasa mampu menerapkan teknologi penanganan pascapanen kentang yang baik dan menginisiasi munculnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) olahan kentang untuk peningkatkan nilai tambah komoditas kentang, serta memperkuat rantai nilai pertanian yang menjadi salah satu fokus Program ICARE di Sulawesi Selatan.